Rabu, 09 Juni 2010

Gizi Buruk

Akhir-akhir ini kita sangat dikejutkan dengan berita ditelevisi dengan adanya ditemukannya pasien-pasien yang masuk ke rumah sakit dengan kondisi gizi buruk. Umumnya yang menderita gizi buruk itu adalah balita. Ironisnya mereka sudah dalam kondisi yang sangat kritis.

Sedangkan yang dimaksud dengan gizi buruk tersebut adalah suatu kondisi tubuh yang tampak sangat kurus karena makanan yang dimakan setiap hari tidak dapat memenuhi zat gizi yang dibutuhkan, teutama kalori dan protein. [1]

Banyak factor yang mengakibatkan gizi buruk, yaitu adanya kurang asupan makanan yang bergizi dan bervitamin, factor kelaparan dan kemeskinan pun bisa mengakibatkan gizi buruk. Cara mengatasi gizi buruk yaitu dengan memberikan makanan yang bergizi dan bervitamin, timbang balita setiap bulan ke pos yandu, agar berat badan balita mengalami perkembangan kesehatan yang baik.

Factor penyebab gizi buruk

Penyebab tak langsung yaitu kurangnya jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi, selain itu menderita penyakit infeksi, cacat bawaan, dan menderita kanker. Sedangkan penyebab langsung yaitu dengan ketersediaan pangan rumah tangga, perilaku, pelayanan kesehatan. Selain itu banyak factor-faktor yang mengakibatka gizi buruk tidak dengan factor kesehatan saja tetapi juga merupakan masalah utama gizi buruk adalah kemiskinan, pendidikan rendah, ketersediaan pangan dan kesempatan kerja. Oleh karena itu untuk mengatasi gizi buruk dibutuhkan kerjasama lintas sector.[2]

untuk itu dengan adanya gizi buruk kita harus lebih memperhatikan lingkungan disekitar kita. Tidak hanya itu kita juga harus memberikan makan makanan kepada penderita gizi buruk yang bergizi, bervitamin, berlemak, berprotein dan bermineral secara teratur, bertahap, porsi kecil, sering dan mudah diserap, bila perlu berikan buah-buahan.

Mungkin dengan adanya gizi buruk pemerintah kota/kabupaten agar lebih memperhatikan masyarakat dilingkungan sekitar kita. Dan menindaklanjuti masalah-masalah gizi buruk secara luas. Dan perlu adanya kerjasama sector-sektor yang menangani lebih lanjut lagi yang berkaitan dengan gizi buruk. Dengan cara meningkatkan pola hidup yang lebih sehat, meningkatkan akses masyarakat dalam pelayanan kasehatan yang baik tidak mengumbar janji-janji, dan memberikan informasi kesehatan supaya meningkatkan pola hidup yang lebih sehat. Mohon agar tidak mementingkan masalah pribadi diatas penderitaan yang kurang mampu. Karena meraka membutuhkan kita untuk membantu penderitaan mereka yang mereka alami. Mudah-mudahan beberapa tahun kedepan masyarakat Indonesia tidak mengalami gizi buruk, terutama pada masyarakat yang kurang mampu.

Sumber:

[1] http://adriyan-infokesehatan.blogspot.com/2007/12/ciri-ciri-kurang-gizi.html

[2] http://www.malukuprov.go.id/index.php/kesehatan/47-kesehatan/66-gizi-buruk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar